20/10/14

Menteri Luar Negeri Amerika hadiri Pelantikan Presiden Indonesia 2014



Menteri Luar Negeri Amerika , bersama 16 tamu Negara lain-nya, hadir pada pelantikan Presiden Indonesia- Jokowi, 20 Okt 2014. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat berbagai ucapan selamat dari kepala negara sahabat yang hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden, Senin. Harapan tinggi diberikan kepada dua pucuk pimpinan Indonesia saat ini.

Selain John F Kerry –USA, inilah tamu lain yang hadir :

1. Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah
2. Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak
3. PM Singapura Lee Hsien Loong
4. PM Malaysia Datuk Najib Tun Abdul Razak
5. Gubernur Jenderal Papua Nugini Michael Ogio
6. PM Australia Tony Abbott
7. Utusan Khusus yang juga mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukada
8. Menlu Selandia Baru Murray McCully
9. Menlu Filipina Albert del Rosario
10. Menteri industri perminyakan Sri Lanka Anura Priyadarshana Yapa
11. Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Denis Manturov
12. Menteri Kepabean dan Perdagangan Repubublik Turki
13. Utusan khusus kerajaan Belanda, doktor Herman
14. Utusan khusus Presiden Sosialis Vietnam Vu Duc NDu
15. Utusan khusus presiden Republik Korea Kim Tae-whan dan Ham Jin-kyu
16. Anggota Parlemen dan Sekretaris Kanada Andrew

Pada hari pertamanya menjadi presiden, Senin (20/10/2014), Joko Widodo menyambut sejumlah pimpinan negara tetangga di Istana Merdeka, Jakarta. 

Pimpinan negara sahabat yang diterima Jokowi di Istana adalah Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Perdana Menteri Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak, serta Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah pelantikan presiden Indonesia, belasan pemimpin negara sahabat hadir di pelantikan Jokowi dan JK. Mereka berinisiatif datang untuk melihat langsung proses pengambilan sumpah Jokowi.

Tamu-tamu negara itu datang sejak Minggu (19/10/2014). Dalam ruang paripurna MPR, Ketua MPR Zulkifli Hassan memanggil nama satu per satu tamu negara itu, Senin (20/10/2014). Tamu negara itu lalu berdiri dari kursinya ketika namanya disebut. Menurut rencana, beberapa di antara mereka akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Jokowi sesudah pelantikan. (kukuh_PIFM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar